BUDIDAYA TANAMAN

Thursday, May 16, 2019

cara menanam petai dari biji


1. Memilih Bibit Petai yang Berkualitas
 Prosesing dan penanaman biji- Biji petai terseleksi dikupas, dicuci dengan air yang mengalir, kemudian direndam dalam larutan fungisida dengan dosis 2-3 g/ liter air selama 5-10 menit.
- Setelah biji direndam dalam larutan fungisida, selanjutnya ditanam pada media tanah : pupuk kandang (1 : 1).
- Penyiraman dilakukan secara merata dan teratur, dan disesuikan dengan kondisi kelembaban media.
- Pada kondisi optimal, benih akan tumbuh 14 hari setelah tanam.

Untuk mendapatkan bibit petai, bisa kita melakukan pembibitan penyemaian biji (generatif) ataupun bisa dari cara okulasi (vegetatif). Jika sahabat tidak paham dengan masalah pembibitan, bibit petai bisa sahabat dapatkan di toko bibit sekita tempat tinggal sahabat. Perlu diperhatikan dalam memilih bibit sebab kondisi bibit akan berpengaruh pada kelangsungan tumbuh tanaman petai dikemudian hari. Bibit petai harus benar-benar sehat bebas dari hama penyakit, berdaun hijau segar tidak layu, berbatang kokoh tidak kering dan pilih juga bibit dengan percabangan rindang.

2. Lokasi Penanaman

Untuk lokasi penanaman tanaman petai akan tumbuh subur pada lahan dengan ketinggian 10 sampai 800 meter dari permukaan laut. Supaya tanaman petai bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya tentu area tanam perlu bersih dari rumput liar disekitar bakal tanam, area lahan jangan terlalu sempit, tanah cukup gembur dan kaya dengan bahan organik, dan mendapat sinar matahari langsung.

3. Membuat Lubang Tanam

Berikutnya kita lakukan penggalian media tanam bisa kita buat dengan menggunakan alat seperti cangkul dengan ukuran 50x50x50cm. Kemudian, tanah bekas galian bisa ditambahkan kompos/pupuk kandang yang sudah terfermentasi + sekam, aduk sampai merata dan istirahatkan.

4. Mengistirahatkan Lahan

Selesai membuat lubang tanam, diharapkan sebelum penanaman bibit petai lubang tanam diistirahatkan terlebih dahulu. Lubang tanam diistirahatkan terlebih dahulu sekitar 2-3 hari, biarkan tersinari sinar matahari. Tujuannya supaya bibit hama dan penyakit bisa mati pada lubang tanam.

5. Proses Penanaman

Jika pengistirahatan lubang tanam telah selesai, langkah berikutnya adalah proses penanaman bibit petai. Pangkal bibit petai diletakkan pada lubang tanam yang telah kita siapkan sebelumnya, bila bibit dibeli dari toko bibit, biasanya sudah tertanam pada media polybag, kita tinggal menyobek atau membuka terlebih dahulu plastik polybag dengan hati-hati jangan sampai balutan perakarannya rusak. Lalu, posisikan bibit tegak lurus jangan sampai miring ketika ditutup oleh media tanam.

6. Menutup Lubang Tanam

Bibit petai yang sudah tegak lurus, segera tutup dengan media campuran tanah + kompos + sekam yang telah kita persiapkan sebelumnya, tutuplah sampai rata. Agar tanaman tidak mudah roboh, penutup lubang tanam dipadatkan sedikit bisa kita diinjak-injak, namun jangan terlalu padat sebab akan menghambat perkembangan akar tanaman petai.

7. Penyiraman

Proses penanaman semuanya sudah selesai, tinggal kita lakukan penyiraman. Siramlah tanaman dan media tanam secukupnya namun jangan terlalu becek. Gunakan alat bantu seperti embrat untuk hasil penyiraman yang maksimal.

8. Memasang Ajir

Pemasangan ajir sangat dianjurkan pada tanaman petai yang baru kita tanam. Ajir berfungsi sebagai penyokong supaya tanaman tidak mudah terganggu dari lingkungan. Ajir bisa kita buat sendiri dari bambu dengan ukuran disesuaikan dengan ukuran bibitnya.

9. Pemupukan Rutin

Pemupukan secara rutin sangat dibutuhkan oleh tanaman petai. Karena unsur hara pada media tanam terus diserap dan lama kelamaan akan terkuras. Maka dari itu untuk memulihkan kesuburan tanah dan nutrisi yang setiap saat tetap ada, perlu kita aplikasikan pemupukan secara rutin. 

10. Merangsang Munculnya Bunga/Buah

Petai termasuk tanaman yang lumayan lama untuk menghasilkan buah. Dari hasil okulasi tanaman petai akan menghasilkan buah pada umur 4-5 tahunan. Maka pertumbuhannya, perlu kita aplikasikan juga hormon perangsang buah. 

11. Perawatan


Selain aplikasi pemupukan, perawatan lain pun akan menunjang tanaman petai tumbuh secara optimal seperti rajin menyiramnya 1-2 kali sehari namun dikondisikan dengan kelembaban pada tanahnya, bersihkan jika rumput-rumput tumbuh disekitaran tanaman petai.

cara menanam stroberi dari biji

cara menanam strawberry dari biji
Stroberi atau strawberry merupakan salah satu bibit buah paling laris di BibitBunga.com. Oleh karena itu kami menyediakan tutorial ini bagi Anda yang ingin menyemai dan menanam strawberry dari biji dengan benar. Sebelumnya, tips ini berlaku bagi semua jenis strawberry yang kami jual di toko ini, yakni red strawberrybuah strawberry giant, maupun alexandria strawberry.
Namun tips sebelumnya dimana Anda harus membekukan atau menyimpan bibit/benih stroberi di dalam kulkas (freezer) selama 3-14 hari tetap masih berlaku dan dapat diaplikasikan. Membekukan bibit tersebut bersifat opsional. Setelah dibekukan dapat langsung disemai sesuai petunjuk di bawah ini.
Petunjuk semai strawberry:
  1. Penyemaian sebaiknya menggunakan toples/tupperware/wadah plastik berwarna putih/hitam, jangan yang berwarna!! Cuci bersih jangan sampai tidak ada bekas minyak atau bekas makanan lain.
  2. Letakkan 2 lapis atau lebih tumpukan tisu didalam wadah tersebut dan basahi dengan air mineral. Cukup basah saja, jangan sampai tergenang. Mengapa air mineral? Karena air sumur/ledeng banyak mengandung zat yang menghambat pertumbuhan benih.
  3. Tabur benih diatas tisu, pastikan tidak ada benih yang menempel satu sama lain. Beri jarak untuk akar yang akan tumbuh.
  4. Tutup wadah tersebut dan simpan ditempat sejuk yang TIDAK terkena panas matahari.
  5. Kontrol wadah 3-4 hari sekali dan pastikan tisu tetap basah dan lembab.
  6. Benih strawberry/blueberry/berry jenis lain normalnya membutuhkan waktu 2 minggu untuk berkecambah. Mohon diingat bahwa kecepatan kecambah masing-masing benih berbeda.
  7. Jika bibit/benih yang berkecambah, tunggu hingga panjang akar mencapai 5mm-1cm sebelum dipindahkan ke media tanam.
Petunjuk dan tips tanam selanjutnya:
  1. Wadah tanam sementara dapat menggunakan gelas plastik/potongan botol. Pastikan air tidak dapat menggenang di wadah tanam
  2. Gunakan media tanah gembur berkompos dan sedikit berpasir. Dapat juga menggunakan cocopeat yang dicampur tanah, perbandingan 1:1
  3. Buat lubang kecil di media tanam, kedalaman 5mm-1cm dan pindahkan bibit dengan menggunakan bantuan alat seperti pinset/tusuk gigi. JANGAN menggunakan jari secara langsung!!
  4. Bibit sebaiknya terkubur dengan lapisan tipis diatasnya. Jangan terlalu tebal.
  5. Siram wadah tanam secukupnya, jangan terlalu banyak air karena akan membuat bibit menjadi busuk.
  6. Tutup wadah tanam dengan plastik bening, lalu diikat karet, beri lubang kecil 1-2 buah di plastik tersebut untuk sirkulasi udara. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kelembaban media tanam sehingga tidak harus disiram rutin.
  7. Simpan wadah tanam di dalam ruangan dekat dengan jendela yang agak hangat, jangan ditempat yang panas. Sangat perlu untuk diletakkan di tempat yang hangat dulu sebelum bisa terkena sinar matahari langsung, terlebih bagi Anda yang tinggal di dataran rendah. Baca tips yang kami tuliskan disini, akan sangat membantu.
  8. Anakan strawberry boleh dipindah ke luar ruangan/outdoor jika sudah memiliki 6 daun, tetapi sebaiknya jangan terkena matahari langsung dulu. Ini dimaksudkan agar tanaman belajar adaptasi untuk berada di tempat panas. Baca artikel tentang adaptasi strawberry di tempat panas. Biasanya strawberry dapat tumbuh baik di tempat yang sejuk seperti di dataran tinggi, namun strawberry juga dapat tumbuh di tempat panas, yaitu di dataran rendah. Baca artikel selengkapnya tentang Menanam Strawberry di Dataran Rendah.
  9. Jika sudah cukup besar / memiliki 8 daun, pindahkan ke wadah tanam permanen (dapat berupa polybag atau pot).
Perhatian!!!
Jangan beri pupuk apapun sebelum tanaman berumur 2 bulan.
Demikian petunjuk praktis untuk semai dan tanam buah strawberry. Jika ada pertanyaan, jangan sungkan untuk menghubungi kami melalui kontak yang tersedia. Semoga tanaman strawberry Anda tumbuh menawan dan panen buah yang banyak

cara menenam kurma dari biji

cara menanam kurma dari biji

Kurma adalah  sejenis tanaman yang bisa beradaptasi dengan baik di iklim kering dan bahkan sangat panas. Kurma juga sangat fleksibel dan relatif toleran terhadap macam – macam tanah dan juga tanah basah. Cara menanam kurma sebenarnya membutuhkan cuaca pada musim panas yang panjang. Dengan minimum curah hujan dan rendahnya tingkat kelembaban. Ini sangat diperlukan dari masa penyerbukan hingga pada masa pemanenan, hanya saja tetap membutuhkan cukup air di dalam tanah agar pohon kurma mampu melakukan pembuahan.

Habitat kurma adalah daerah di timur tengah yang memiliki cuaca ekstrem dan tentu saja iklimnya sangat panas. Karena habitat kurma adalah padang pasir yang tandus, maka sebagian orang akan berfikir bahwa kurma tidak bisa ditanam di daerah lain yang memiliki iklim yang berbeda. Namun nyatanya, kurma telah dapat ditumbuhkan di berbagai negara seperti Thailand dan bahkan di Indonesia. Beberapa petani disana bahkan memiliki pohon – pohon kurma dengan buah yang banyak.
Pohon kurma sendiri adalah pohon yang tergolong kedalam jenis palem – paleman. Phoenix dactylifera adalah nama lain dari pohon kurma tersebut. Budidaya pohon kurma dapat dilakukan dengan cara generatif. Ini adalah cara yang menggunakan kecambah dari biji kurma. Karena setiap biji kurma sangat berpotensi untuk tumbuh menjadi sebuah pohon yang subur. Asalkan anda memahami dan mengetahui dengan benar caranya, menanam pohon kurma di rumah bukanlah hal yang mustahil lagi.
Karena dahulu kala, ada semacam opini salah tentang penanaman pohon kurma. Orang – orang selalu beropini bahwa kurma hanya akan tumbuh subur dan berbuah hanya didaerah timur tengah. Tapi tumbuhnya kurma dan dapat berbuah dengan baik seperti di  berbagai negara selain timur tengah telah membantah keras opini tersebut. Pada dasarnya, ada lebih dari 1.600 jenis dari pohon kurma yang ada di dunia ini.
Karena kurma adalah palma yang memiliki banyak jenis. Sesuai dengan banyaknya jenis kurma, harga yang ditawarkan per buah pun relatif berbeda. Kurma madu atau memiliki nama lain kurma lulu termasuk salah satu jenis kurma yang memiliki harga jual yang tinggi. Sedangkan di indonesia sendiri, sekarang telah menjamur para petani kurma yang mampu menjual bibi – bibit kurma. Walaupun masih terkendala dengan minimnya adaptasi di alam serta dangkalnya tentang pengetahuan cara bertanam kurma.
Namun tidak sedikit petani yang telah berhasil menanam dan membudidayakan kurma. Karena tanah di indonesia memiliki nutrisi yang lebih baik dibandingkan dataran tandus di habitat asal sang kurma, maka di indonesia hanya membutuhkan setengah dari waktu panen kurma disana. Ini membuktikan bahwa sebenarnya kurma dapat tumbuh lebih baik dan subur di tanah yang bagus. Dataran rendah adalah tempat budidaya kurma yang lebih baik untuk daerah Indonesia. Dimana matahari akan bersinar penuh pada siang hari, memiliki cuaca panas yang relatif konsisten dan air tanah yang mencukupi.
eperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kurma dapat dikembangbiakkan dengan proses degeneratif atau melalui perkecambahan biji. Biji kurma dapat anda peroleh dengan cara memesan dan membeli bibit unggul dari para petani kurma, maupun mengumpulkan secara manual dari buah kurma yang anda konsumsi.
Namun anda juga harus mengetahui bahwa kurma memiliki berbagai jenis varian hingga ada juga bibit – bibit unggul yang tentunya memiliki nilai jual yang sangat tinggi di pasaran. Beberapa jenis bibit unggul seperti kurma ajwa, kurma khalas, deglet nour, khenaizi, zahidi, medjool dan khadrawi. Kurma sokari, silaj, bahri dan sekki adalah beberpa jenis kurma yang biasa ditemukan di Indonesia.
Kerena banyak sekali jenis dari varietas kurma maka kurma juga memiliki penampilan fisik yang tidak sama. Misalnya saja kurma Ajwa, kurma ini biasanya banyak ditemukan dan tumbuh di madinah sehingga sering diberi gelar kurma nabi karena konon kurma ini dipercaya salah satu jenis kurma yang sering dimakan oleh nabi. Kurma ajwa memiliki rasa seperti kismis dengan tekstur lembut dan warna buahnya cenderung lebih gelap.
Sedangkan kurma majol atau lebih dikenal dengan nama medjool memiliki tampilan fisik lebih lonjong jika dibandingkan dengan buah kurma ajwa. Dengan tekstur yang lebih kenyal dan rasa yang manis serta warna kulit danging yang lebih cerah, kecoklatan. Sedangkan untuk kurma deglet noor, memiliki warna daging yang lebih muda dan cerah dibandingkan dengan kurma ajwa maupun kurma medjool. Kulit dagingnya juga tidak terlalu lembut dan kenyal tapi juga tidak terlalu keras. Walaupun rasa manisnya masih tetap sama.
Berikut persiapan bibit kurma dari biji :
  • Jika hendak membudidayakan kurma dari biji yang dibeli dari pasaran, siapkan dalam jumlah yang banyak. Karena kebanyakan dari biji adalah calon dari kurma jantan.
  • Jika anda membeli sekotak penuh kurma, maka jadikan saja semua bijinya untuk bibit. Tentunya peluang untuk sukses bertanam kurma akan lebih besar jika memiliki calon atau bibit yang banyak juga. Semakin besar juga anda mendapatkan calon bibit kurma betina yang akan menhasilkan buah kurma nantinya.
  • Setelah melakukan pengumpulan biji untuk pembibitan langkah selanjutnya adalah melakukan pembersihan. Pembersihan disini juga termasuk membuang sisa – sisa dari darnging buah yang menempel pada kulit biji. Hal ini akan memperbesar persentase berhasilnya perkecambahan biji kurma.
  • Cara paling dianjurkan untuk membersihkan biji kurma adalah dengan menggunakan media pasir halus dan mencucinya dengan air bersih. Karena sisa sisa dari daging buah yang masih menempel akan mempermudah datangnya jamur bahkan juga dapat mengundang kutu putih dan juga semut yang tentunya akan merusak biji dalam proses perkecambahan.
  • Setelah melakukan pembersihan terhadap biji, maka lakukanlah perendaman. Proses ini dapat dilakukan dalam waktu 5 – 6 hari.
  • Untuk membantu mempercepat proses perkecambahan, pada waktu perendaman ini sebaiknya dibantu dengan zat pengatur tumbuh organik atau ZPT.
  • Air yang digunakan untuk perendaman haruslah air bersih, setidaknya bebas dari zat – zat berbahaya seperti kaporit. Lakukan pergantian air setiap sekali 24 jam.
Ada 2 metode utama yang dapat dilakukan pada proses ini, yaitu dengan cara menyemai lansung ke dalam media tanam atau melakukan perkecambahan dengan bantuan media tisu basah. Langkah selanjutnya adalah :
  • Ketika menggunakan metode perkecambahan dengan media tisu basah, maka anda harus menyiapkan sebuah wadah bersih.
  • Pastikan bahwa wadah untuk menampung biji kurma tersebut dapat menahan kelembaban yang cukup. Masukkan tisu basah dan letakkan biji kurma diatas tisu tersebut, cek selalu kelembaban dari tisu.
  • Tunas dari hasil proses perkecambahan biji biasanya akan muncul setelah 14 hari.
  • Berbeda halnya dengan anda yang akan langsung menanam biji pada media tanam.
  • Campurkan cocopeat, kompos beserta pasir untuk media tanam awal dan menjaga kelembaban dari media tanam. Gunakan perbandingan 2 : 1 :1, dimana 2 untuk pasir dan perbandingan 1 untuk media kompos beserta cocopeat.
3. Pemeliharaan dan Pemindahan Bibit
Lakukanlah pemindahan bibit kedalam pot atau polibag jika telah terjadi pertumbuhan dapa biji. Untuk anda yang menggunakan metode tisu basah, tunggulah kira – kira 14 hari setelah terjadi pertumbuhan tunas dan akar telah mencapai panjang 5 hingga 10 cm, baru boleh anda pindahkan kedalam media tanam yang telah disiapkan. Sedangkan untuk yang langsung disemaikan di media tanam, lihatlah perkembangan bibit hingga mencapai tinggi sekitar 20 hingga 30 cm maka pindahkanlah ke media tanam yang lebih besar.
Setelah bibit kurma tumbuh, maka simpanlah di tempat teduh yang tetap terlindung dari berbagai gangguan termasuk angin. Simpanlah diluar ruangan agar bibit kurma dapat menyesuaikan dengan iklim di lingkungan sekitarnya. Pastikan bahwa area tempat penyimpanan memiliki kelembaban yang cukup namun tetap mendapatkan sinar matahari. Pastikan agar tetap menyiram bibit kurma secara konsisten dan teratur.
3. Tahap Penanaman Kurma 
Setelah bibit kurma dianggap telah besar dan mulai bisa untuk di tanam maka akan diperlukan lahan untuk penanaman. Perlu diingat bahwa dalam proses penanaman, harus diberi jarak yang cukup antara satu calon tanaman kurma dengan yang lainnya. Hal ini untuk menghindari adanya perebutan zat – zat yang diperlukan oleh bibit kurma untuk tumbuh.
Selain jarak, kedalam lubang untuk proses penanaman juga perlu diperhatikan. Setidaknya anda membutuhkan ukuran lubang antara 50 – 60 cm dan jarak 5-6 m per bibit kurma. Lubang yang telah disiapkan terlebih dahulu dibiarkan sebelum ditanami bibit. Diamkan selama 2 hingga 3 hari dan kemudian masukkan campuran pupuk. Setelah melakukan pemupukan pada lubang barulah bibit kurma bisa ditanam. Jadi, cara menanam kurma juga bisa dilakukan sendiri untk pemula.
4. Perawatan Pohon Kurma
Setelah proses penanaman selesai, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah perawatan. Lakukan penyiraman secara rutin dan juga lakukan pemupukan susulan. Pemupukan susulan ini dilakukan dalam proses perawatan tanaman hingga menjadi pohon dewasa.
Kemudian hanya diperlukan sebuah proses penyerbukan. Disinilah peranan penting dari serangga dan juga angin agar dapat membantu proses penyerbukan dimana hasil dari perkawinan silang tersebut akan menghasilkan buah kurma.
Pohon kurma jantan dan betina akan dapat dibedakan ketika pohon tersebut telah berbunga. Karena bunga yang terdapat pada pohon kurma betina akan berbentuk seperti bunga pohon kelapa yang umumnya meiliki pentol. Sedangkan untuk pohon kurma jantan bunganya akan berwarna putih dan bunganya lebih kecil ukurannya serta bunga tersebut seperti mengandung zat tepung. Ketika proses penyerbukan berhasil dan pohon kurma mulai berbuah, hal lain yang perlu diperhatikan adalah gangguan dalam proses pembuahan.
Perawatan yang musti dilakukan selama masa pembuahan adalah pemberian pupuk dan mencegah adanya gangguan lalat maupun burung. Untuk tetap menjaga buah kurma yang telah besar maka dapat dilakukan pemangkasan. Buanglah buah kurma yang terlihat kecil dan kurang sempurna agar pertumbuhan buah yang besar dapat lebih optimal.

cara menanam apel dari biji


Cara menanam apel dari biji 

cara menanam apel dari biji sebenarnya sangat mudah,
merupakan salah satu buah yang paling sering dikonsumsi di dunia ini. Rasanya yang segar dan kaya akan vitamin B dan C membuat buah ini menjadi primadona. Untuk menanam apel dari biji memang menjadi tantangan tersendiri. Namun bukan berarti tidak dapat Anda lakukan sendiri. Keuntungannya adalah pohon apel dapat Anda rawat sendiri sehingga dapat dipastikan bebas dari pestisida kimia. Menanam apel di pot juga memiliki keuntungan karena menghemat ruangan. Bagi Anda yang ingin menanam pohon apel sendiri.
Baca juga: Langkah Cara Tanam Buah Naga di Dalam pot

Cara Menanam Apel dari Biji di Pot

Berikut beberapa cara menanam apel dari biji di pot.
  1. Pilih Benih Berkualitas Unggul
Pilih benih berkualitas unggul dan baik. Perlu diketahui pohon apel harus ditanam berpasangan agar berbuah karena pohon apel tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri. Diperlukan dua pohon yang berbeda untuk melakukan penyerbukan. Benih berkualitas unggul dapat menghasilkan pohon apel yang prima. Biji apel dapat diperoleh dari buah, namun sebaiknya beli dari toko tanaman untuk memastikan kualitas benih.
  1. Manipulasi Suhu
Apel cocok tumbuh di suhu yang dingin. Misalnya di daerah Malang. Untuk menumbuhkan kecambahnya dari biji, diperlukan suhu yang dingin. Anda dapat memanipulasi suhu dengan cara memasukannya ke dalam kulkas. Pertama, yang perlu dilakukan adalah menaruh biji yang sudah kering pada kain, kemudian bungkus biji menggunakan tisu basah dan masukkan ke dalam wadah yang tertutup rapat.
Wadah dapat berupa kantong plastik atau toples. Letakkan benih dalam lemari es bersuhu 4,4 sampai 10 derajat celcius selama 8 minggu. Biji akan mengeluarkan tunasnya dan berkecambah pada masa tersebut. Setelah 8 minggu, biji siap dipindahkan pada media tanah.
  1. Tanah pH netral dan Posisi Pot
Untuk menanam biji apel di pot tanah yang terbaik adalah tanah dengan pH netral. Buat cekungan dalam tanah di pot selebar dua atau tiga kali luas biji yang sudah berkecambah. Tidak disarankan menambahkan pupuk pada tanah. Pindahkan bibit secara hati-hati karena akar kecambahnya masih sangat lembut. Masukan benih ke dalam lubang kemudian tutup benih dengan tanah secara lembut, pastikan menepuk tanah dengan lembut. Siram benih agar tanah tetap lembab, namun jangan berlebihan dalam menyiramnya. Letakan pot pada suhu kamar namun usahakan mendapat cahaya matahari yang cukup. Anda dapat meletakkan pot di samping jendela untuk asupan cahaya matahari yang cukup.
  1. Rawat dengan Telaten
Siram bibit secara teratur setiap hari. Setelah beberapa minggu, jika benih Anda pada pot sudah menumbuhkan daun-daun kecil, jangan langsung memindahkan ke tanah terbuka karena sifatnya yang masih rentan. Batang, akar, dan daun masih sangat rentan mati. Anda boleh menambahkan  pupuk kompos atau mulsa untuk mendorong pertumbuhan benih. Untuk memindahkan ke area    yang lebih luas sebaiknya tunggu hingga tinggi bibit mencapai 25 cm.
Pohon apel tidak suka tanah yang terlalu basah. Pastikan Anda menjaga kelembaban tanah agar tidak terlalu kering atau terlalu basah. Tanah yang lembab dan ber-pH netral akan mampu menyerap air dengan baik. Pohon apel memerlukan sinar matahari langsung kurang lebih selama enam jam. Untuk itu disarankan menanam pohon apel menghadap ke timur atau utara pada tanah yang landai.
Pada akhirnya, jika Anda memiliki niat kuat untuk mencoba budidaya pohon apel ini, pasti Anda akan dapat melakukannya. Asalkan Anda berusaha, pasti sukses. Tetap bersabar apabila hasilnya belum sesuai yang Anda inginkan. Semoga tips di atas berguna bagi Anda yang ingin menanam pohon apel sendiri di pot.

Cara Menanam Angur Dari Biji

cara menanam anggur dari biji

Anggur merupakan tanaman buah-buahan yang tumbuh merambat dan termasuk kedalam keluarga Vitaceae.
Jenis anggur yang ada di Indonesia biasanya kebanyakan termasuk kedalam golongan anggur meja, bukan anggur yang ditaruh dimeja juga. Maksud anggur meja disini adalah anggur yang dikonsumsi oleh manusia secara langsung.
Misalnya anggur red globe, tentu saja jika pernah pergi ke pasar atau supermarket kalian akan menemukan buah anggur jenis ini.
Warnanya merah, ketika kalian membeli anggur ini tentu saja kalian akan langsung memakannya, atau menyimpannya di kulkas terlebih dahulu, bisa juga kalian membuat jus dengan anggur ini.
Anggur yang tergolong kedalam jenis anggur meja ini biasanya kurang cocok untuk diolah menjadi minuman (Wine).
Anggur banyak mengandung senyawa polifenol, resveratol, dan antioksidan yang berfungsi untuk menjaga metabolisme tubuh, serta mampu mencegah terbentuknya sel kanker dan berbagai macam penyakit lainnya.
Tanaman anggur sudah dibudidayakan sejak tahun 4000 sebelum masehi di Timur Tengah, namun proses pembuatan buah anggur menjadi minuman (Wine) baru ditemukan pada tahun 2500 sebelum masehi oleh negara Mesir.
Hanya berselang beberapa saat, proses pengolahan anggur menjadi minuman (Wine) ini mulai menyebar keseluruh dunia, mulai dari spanyol, jerman, prancis dan austria.
Penyebaran buah anggur ini semakin pesat dengan adanya colombus yang mengitari dunia membawa buah ini.
Kondisi tumbuhnya pohon anggur dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu :
  • Iklim / cuaca
Anggur merupakan salah satu tanaman yang hidup pada daerah dataran rendah. Tidak seperti kebanyakan tanaman lainnya, tanaman anggur justru membutuhkan musim kemarau yang panjang antara 4 – 7 bulan agar dapat tumbuh dengan baik dan intensitas cahaya matahari yang cukup tinggi.
Curah hujan yang diperlukan oleh tanaman ini hanya sekitar 800 mm per tahun. Oleh karena itu, penyiraman yang berlebihan dapat menggangu proses pertumbuhan tanaman anggur.
Suhu untuk tumbuh maksimal adalah 31 derajat celcius dan suhu minimumnya 23 derajat celcius dengan kelembaban udara berkisar antara 75% – 80%.
  • Media Tanam
Hanya beberapa jenis tanah yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman anggur dengan baik. Secara umum, tanah tersebut harus mengandung pasir dan lempung dalam jumlah yang cukup agar tanaman tidak mengalami transpirasi berlebihan.
Selain itu, tanah yang digunakan harus subur dan bertekstur gembur agar terdapat asupan nutrisi dan pasokan udara yang baik.
Tanah tersebut juga harus memiliki derajat keasaman (PH) yang netral, yaitu 7.

Kembali lagi ke topik utama tentang pengalaman menanam anggur dari biji yang dibeli di supermarket atau pasar…

Memang benar, syarat untuk tumbuhnya tanaman anggur dipengaruhi oleh ke 2 faktor diatas.
Namun menurut pengalaman pribadi, saya tidak terlalu mempertimbangkan ke 2 faktor diatas tetapi tanaman anggur saya bisa tumbuh.
Saya tinggal di Bandung, kalian tahu sendiri kan jarang sekali ada tanah di Bandung semuanya aspal dan semen.
Singkat cerita…
Entah dari mana datangnya perasaan ingin sekali mencoba menanam pohon anggur di rumah dan terjun ke dunia pertanian.
Yang jelas, pikiran itu muncul secara tiba-tiba dibenak saya.
Kemudian saya putuskan untuk membaca-baca terlebih dahulu artikel-artikel tentang cara menanam anggur dari biji. Setelah menemukan beberapa artikel yang saya rasa cukup untuk sebuah permulaan, akhirnya saya putuskan untuk membeli anggur yang ada di pasar.
Tadinya mau membeli bibitnya langsung, tapi setelah dipikir-pikir bagaimana kalau gagal ? membeli bibit anggur yang belum tentu bisa tumbuh, mahal pula.
Kebetulan anggur yang saya beli di pasar adalah anggur jenis red globe
Biji dari buah anggur yang telah saya konsumsi, kemudian saya kumpulkan semua.
Dengan bermodalkan panduan-panduan yang telah saya baca beberapa hari belakangan ini, saya mulai ritual menanam anggur tersebut. Begini tahapnya…

1. Merendam biji-biji anggur selama sehari semalam dengan air mineral (jangan menggunakan air yang mengandung tawas)





Tahap ini lah yang saya lakukan pertama kali terhadap biji-biji anggur tersebut. Tujuan dari perendaman biji anggur selama sehari semalam ini adalah untuk membuang sisa-sisa buah dan lendir yang masih menempel pada biji anggur.
Tujuan lainnya adalah untuk menyeleksi biji yang layak untuk diproses ke tahap berikutnya.
Keesokan harinya saya melihat ada banyak sekali biji anggur yang mengapung, dari sekian banyaknya biji yang saya rendam kemarin, ternyata hanya ada kurang dari 20 biji yang tenggelam.
Menurut panduan yang saya baca, kebanyakan mengatakan “Buanglah biji yang mengapung”.
Ya sudah mau gimana lagi, dengan berati hati saya pisahkan biji yang mengapung kemudian saya buang.
Ada juga panduan yang mengatakan, setelah direndam selama sehari semalam kemudian rendam lagi dengan air hangat-hangat kuku selama kurang lebih 3 jam.
Saya pun ikut melakukannya, merendamnya lagi dengan air hangat selama 3 jam. Kemudian tinggal kalian tiriskan sisa dari biji anggur yang tenggelam tadi, simpan saja diatas tisu kering selama 15 menit. Tahap 1 selesai…

2. Menyemai biji anggur yang tersisa dengan menggunakan wadah transparan yang bisa ditutup rapat dan tisu (jangan menggunakan tisu basah atau tisu yang aneh-aneh)





Selanjutnya pada tahap 2 ini kalian tinggal mencari wadah dan tisu, kalian bisa menggunakan misting yang lengkap dengan tutupnya.
Menggunakan misting pada tahapan ini dimaksudkan untuk menjaga kelembaban tisu. Caranya cukup gampang, tinggal basahi tisu, tapi jangan terlalu basah.
Teteskan saja beberapa air mineral pada tisu tersebut. Kemudian letakan biji anggur tadi diatas tisu yang telah dibasahi, usahakan agar peletakannya tidak berdempatan.
Lihat gambar untuk cara meletakan biji-biji anggurnya.
Sebenarnnya sampai disini tahap 2 telah selesai, kalian tinggal menunggu saja perkembangan dari biji-biji anggur tersebut. Cek setiap 3 hari sekali, bila dirasa tisunya mengering teteskan lagi air mineralnya.
Pengalaman saya sendiri, membutuhkan waktu 13 hari untuk melihat akar tumbuh dari biji-biji anggur tersebut. Akar yang belum keluar bukan berarti mati, hanya saja pertumbuhannya lambat.

3. memindahkan biji-biji anggur yang telah mengeluarkan akar





Setelah melihat ada beberapa biji anggur yang mulai mengeluarkan akar, kalian bisa langsung memindahkannya ke pot.
Kalian juga bisa menggunakan barang-barang bekas seperti kaleng atau botol bekas air mineral. Untuk media tanamnya sendiri, saya menggunakan 2 jenis yaitu :
  • Campuran tanah, cocopeat, dan arang sekam (1 : 1 : 1)
  • Campuran cocopeat dan arang sekam (1 : 1)
Isi pot dengan media tanam diatas sebanyak 3/4 bagian, kemudian pindahkan secara hati-hati biji anggur yang telah mengeluarkan akar ke pot yang telah diisi media tanam tersebut, tutup kembali dengan media tanam tipis-tipis saja.
Kemudian tinggal kalian siram, simpan pot tadi ditempat yang terkena sinar matahari pagi saja dan usahakann tidak terkena hujan.
Maksudnya begini, jika pada pagi hari pot tadi terkena sinar matahari, sedangkan siang harinya sekitar jam 12 keatas pot tadi tidak terkena sinar matahari, Mengerti kan maksudnya.
Untuk melepas dikotiledonnya sendiri, punya saya memerlukan waktu hingga 6-7 hari barulah muncul 2 daun muda. Sampai disini tahap 3 telah selesai.

4. Penyiraman tanaman anggur muda





Tahap penyiraman ini sebenarnya bisa kalian lakukan pada saat biji anggur telah dipindahkan ke pot.
Untuk musim hujan, saya menyiram tanaman anggur tersebut hanya 3 hari sekali, tapi jika musim kemarau saya menyiramnya 2 hari sekali.  Tinggal kalian sesuaikan saja, jika dirasa media tanamnya kering segera lakukan penyiraman.
Jangan dulu memberi pupuk apapun hingga tanaman anggur mempunyai 4 daun, jika tanaman anggur muda tadi telah memiliki 4 daun kalian bisa memindahkannya ke lahan yang lebih luas.
Gemburkan dahulu tanahnya beri pupuk kompos atau pupuk kandang, kemudian pohon anggur yang telah memiliki 4 daun tadi bisa kalian pindahkan ke lahan yang telah digemburkan tadi.
Karena anggur ini termasuk tanaman yang tumbuh secara merambat, kalian bisa membuat tiang-tiang penyangga agar tumbuhnya tanaman ini bisa kalian kontrol. Lihat gambar dibawah ini.
Sekian artikel tentang menanam anggur dari biji yang dibeli dari pasar atau supermarket, mudah-mudah bisa menjadi inspirasi untuk kalian yang ingin belajar bercocok tanam dipekarangan rumah.